8 September 2026

sinopsisfilm.org menyoroti Detective Conan: Fallen Angel of the Highway yang siap tayang reguler di bioskop Indonesia mulai 9 September 2026. Film ke-29 dari waralaba Detective Conan tersebut membawa Conan Edogawa ke Yokohama dalam kasus yang berbeda dari misteri pembunuhan konvensional. Sebuah motor hitam misterius bernama Lucifer, kendaraan polisi berteknologi tinggi bernama Angel, dan aksi kejar-kejaran di jalan raya menjadi pusat cerita terbaru karya Gosho Aoyama ini.

Detective Conan Fallen Angel of the Highway Jadi Film ke-29

Film terbaru ini melanjutkan perjalanan panjang Detective Conan di layar lebar.

Takahiro Hasui duduk sebagai sutradara, sementara Takahiro Okura menulis skenario berdasarkan karakter ciptaan Gosho Aoyama. Film berdurasi sekitar 109 menit tersebut telah lebih dulu tayang di Jepang pada 10 April 2026.

Indonesia mendapat fan screening pada 5 September sebelum penayangan reguler mulai 9 September.

Detective Conan: Fallen Angel of the Highway di Cinema XXI mencantumkan film sebagai animasi berdurasi 109 menit dengan Minami Takayama, Wakana Yamazaki, Rikiya Koyama, dan Miyuki Sawashiro sebagai bagian dari pengisi suara.

Perjalanan ke Festival Motor Berubah Jadi Misteri

Cerita bermula ketika Conan, Ran, Sonoko, Kogoro, dan Masumi Sera menuju Minato Mirai di Yokohama.

Mereka ingin menghadiri Kanagawa Motorcycle Festival, sebuah festival besar yang juga menjadi tempat peluncuran teknologi kendaraan terbaru.

Namun perjalanan tidak berlangsung normal.

Sebuah sepeda motor hitam melaju sangat cepat dan bahkan melompati mobil yang membawa Conan serta rombongan. Tidak lama kemudian, Chihaya Hagiwara dari Unit Penegakan Lalu Lintas Kepolisian Prefektur Kanagawa muncul mengejar motor misterius tersebut.

Ran mengenal Chihaya sebagai sosok yang pernah ia sebut “Dewi Angin”.

Pengejaran berlangsung sengit sampai motor Chihaya mengalami kerusakan parah. Pengendara hitam berhasil menghilang sebelum polisi dapat menangkapnya.

Angel dan Lucifer Menjadi Kunci Cerita

Saat tiba di festival, Conan menyaksikan peluncuran sepeda motor polisi baru bernama Angel.

Motor putih tersebut membawa teknologi terbaru. Namun tidak lama kemudian muncul laporan bahwa motor hitam misterius yang sama kembali beraksi di Tokyo dan sekali lagi berhasil lolos dari Kepolisian Metropolitan.

Penyelidikan menghasilkan satu temuan penting.

Rangka motor hitam memiliki kemiripan sangat besar dengan Angel.

Motor tersebut kemudian mendapat julukan Lucifer, atau malaikat hitam yang menjadi kebalikan dari Angel.

Kontras dua motor itu menjadi inti visual sekaligus simbol cerita. Angel mewakili Chihaya dan aparat yang mencoba menjaga jalan raya, sementara Lucifer menghadirkan identitas serta tujuan yang masih menjadi misteri.

Chihaya Hagiwara Mendapat Porsi Lebih Besar

Salah satu alasan film ke-29 menarik adalah fokus besar kepada Chihaya Hagiwara.

Karakter polisi lalu lintas Kanagawa tersebut tidak hanya berperan sebagai pendamping Conan. Kasus Lucifer juga memunculkan kembali kenangan tentang adiknya, Kenji Hagiwara, serta Jinpei Matsuda.

Hubungan tersebut menambah sisi emosional yang biasanya menjadi kekuatan film-film Detective Conan.

Waralaba ini sering membuat film layar lebar tidak hanya bergantung kepada siapa pelakunya. Hubungan lama, kehilangan, persahabatan, dan masa lalu karakter polisi kerap membuat kasus terasa lebih personal.

Fallen Angel of the Highway tampaknya meneruskan pola tersebut melalui Chihaya.

Conan Harus Memecahkan Lebih dari Satu Petunjuk

Kasus menjadi lebih rumit ketika sejumlah kecelakaan dan insiden masa lalu mulai memiliki hubungan dengan penyelidikan.

RRI mencatat Conan bekerja bersama Chihaya untuk mencari kaitan Lucifer dengan sejumlah kecelakaan mencurigakan. Ai Haibara, Profesor Agasa, serta Grup Detektif Cilik juga ikut terseret ke dalam rangkaian kejadian.

Masumi Sera menjalankan penyelidikan dari sisi berbeda yang berkaitan dengan dunia balap motor bawah tanah.

Detail tersebut membuat film tidak sekadar menyajikan satu pengejaran panjang. Ada beberapa jalur investigasi yang perlahan menuju titik yang sama.

Bagi penonton lama Detective Conan, format seperti ini biasanya menjadi bagian paling menyenangkan: petunjuk terlihat sejak awal, tetapi maknanya baru terasa setelah potongan kasus mulai tersusun.

Unsur Otomotif Membuat Film Terasa Berbeda

Film Conan selama ini pernah membawa penonton ke kapal selam, gedung pencakar langit, pesawat, kereta, hingga berbagai lokasi berteknologi tinggi.

Kali ini jalan raya dan sepeda motor menjadi arena utama.

Keputusan tersebut memberi ruang lebih besar untuk adegan bergerak cepat. Pengejaran Chihaya dengan Lucifer membuat misteri memiliki energi yang berbeda dari investigasi ruangan tertutup.

Pihak produksi bahkan menempatkan Conan dan Chihaya sebagai dua karakter utama dalam kampanye promosi film di Jepang. Situs resmi film menyebut Chihaya sebagai “Dewi Angin” yang menjadi pasangan penting Conan dalam kisah terbaru ini.

situs resmi Detective Conan Movie 2026 juga menampilkan Fallen Angel of the Highway sebagai rilisan layar lebar utama franchise tahun ini.

Pengisi Suara Lama Kembali Hadir

Minami Takayama kembali sebagai Conan Edogawa, Wakana Yamazaki sebagai Ran Mouri, dan Rikiya Koyama sebagai Kogoro Mouri.

Miyuki Sawashiro mengisi suara Chihaya Hagiwara, sementara Noriko Hidaka kembali sebagai Masumi Sera.

Produksi juga membawa sejumlah pengisi suara tamu.

Ryusei Yokohama hadir sebagai Kazuaki Omae, sedangkan Mei Hata mengisi karakter Minato Tateoki. Sebelum film tayang di Jepang, para pengisi suara ikut hadir dalam acara fan meeting di Yokohama yang menarik sekitar 850 penggemar.

Penggemar Indonesia Siapkan Nonton Bareng

Antusiasme tidak berhenti pada jadwal bioskop.

Komunitas Detective Conan & Magic Kaito Fans Indonesia juga menyiapkan acara nonton bareng serentak pada 12–13 September 2026.

Hal ini memperlihatkan betapa kuatnya basis penggemar Conan di Indonesia.

Film ke-29 datang ketika anime televisinya telah berusia 30 tahun. Generasi yang dulu mengikuti Conan melalui televisi kini bertemu dengan penonton baru yang mengenalnya lewat streaming, manga digital, dan film bioskop.

Layak Ditonton Tanpa Harus Tahu Semua Episode?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika film Conan baru tayang adalah apakah penonton harus mengetahui seluruh serial.

Untuk menikmati misteri utama Detective Conan Fallen Angel of the Highway, penonton baru masih dapat mengikuti garis besar ceritanya: Conan merupakan Shinichi Kudo yang tubuhnya mengecil dan kini menyelesaikan berbagai kasus dengan identitas baru.

Namun pengetahuan mengenai Chihaya, Kenji Hagiwara, Jinpei Matsuda, dan Masumi Sera tentu membuat beberapa adegan emosional terasa lebih kuat.

Film ini tampaknya dirancang dalam dua lapisan. Penonton umum bisa menikmati aksi, misteri, dan kejar-kejaran motor, sementara penggemar lama mendapatkan hubungan karakter dan referensi yang lebih dalam.

Dengan kombinasi misteri Lucifer, teknologi Angel, Yokohama, serta Chihaya yang mendapat panggung besar, Detective Conan 29 menawarkan pendekatan yang cukup berbeda dari film sebelumnya. Mulai 9 September, penggemar Indonesia akhirnya bisa ikut mencari jawaban atas satu pertanyaan utama: siapa sebenarnya pengendara motor hitam tersebut, dan apa tujuan yang membuatnya terus menantang polisi di jalan raya?