
sinopsisfilm.org — Film The Rip (2026) membuka kisahnya dengan nada gelap dan penuh ketegangan. Sebuah panggilan darurat di malam hari menjadi awal dari rangkaian tragedi yang menyeret banyak nyawa, rahasia, dan pilihan moral. Sejak menit pertama, penonton sudah diajak memahami satu hal: ini bukan sekadar cerita tentang kejahatan, melainkan tentang manusia yang diuji oleh uang dan kekuasaan.
Jackie, seorang agen pemberantas narkoba, menjadi pusat dari awal konflik. Ia menerima telepon dari seorang informan yang terdengar panik—suara ketakutan yang terasa nyata. Jackie berusaha menenangkan, berjanji akan melindungi informan tersebut apa pun risikonya. Namun janji itu terputus secara brutal ketika sekelompok algojo bayaran menghadangnya dan menghabisi nyawanya dengan kejam.
Kematian Jackie dan Awal Kecurigaan
Keesokan harinya, kematian Jackie mengguncang unit tempat ia bertugas. Mat, pimpinan tim, jelas terpukul. Emosinya memuncak hingga berujung konflik dengan atasannya. FBI pun turun tangan dan membentuk satuan tugas khusus. Dugaan awal sederhana tapi berbahaya: pembunuhan Jackie tidak mungkin dilakukan pihak luar saja—ada indikasi kuat pengkhianatan dari dalam.
Scott Atkins, agen FBI, mulai menginterogasi seluruh anggota tim. Dari Denny, Mike, hingga Ben, semuanya menyampaikan kesedihan dan kesan positif tentang Jackie. Namun atmosfer berubah ketika Scott menekan Ben, yang diketahui memiliki hubungan personal dengan Jackie. Interogasi memanas, emosi meledak, dan rivalitas lama pun terkuak—Ben dan Scott ternyata saudara kandung dengan hubungan yang sudah lama retak.
Pesan Terakhir dan Rumah Misterius
Di tengah kekacauan emosional, Mat menemukan pesan terakhir Jackie. Isinya singkat namun krusial: sebuah rumah yang menyimpan uang tunai dalam jumlah besar. Informasi ini menjadi titik balik cerita.
Tak lama kemudian, agen DA bernama Kyle datang bersama timnya. Ia dikenal berpengalaman dalam membongkar jaringan kejahatan besar. Dua tim ini sepakat bekerja sama untuk menyelidiki properti tersebut. Namun sejak awal, ada kejanggalan. Mat sengaja memberi estimasi jumlah uang yang berbeda kepada tiap anggota—sebuah langkah kecil yang kelak menjadi kunci pengungkapan pengkhianatan.
Penemuan Uang dan Godaan yang Menggoda
Penggerebekan rumah itu membawa mereka pada temuan mengejutkan: 14 drum berisi uang tunai, masing-masing sekitar 1,4 juta dolar. Totalnya hampir menyentuh 20 juta dolar—angka yang cukup untuk mengubah hidup siapa pun.
Sesuai prosedur, uang harus dihitung di tempat. Ponsel disita, anjing pelacak dikerahkan, dan suasana menjadi semakin tegang. Sasha, perempuan yang tinggal di rumah tersebut, bersikeras tidak tahu menahu soal uang itu. Dari sudut pandangnya, para aparat justru tampak seperti penyalahguna wewenang.
Di sinilah The Rip mulai bermain di wilayah abu-abu moral. Ketika hukum bertemu godaan, siapa yang benar-benar bersih?
Ketegangan Memuncak dan Rencana Tersembunyi
Malam semakin larut. Mobil polisi misterius muncul tanpa koordinasi resmi. Ancaman mulai berdatangan lewat telepon. Baku tembak tak terelakkan. Tabita terluka, rumah dibakar, dan garis antara “penegak hukum” dan “penjahat” semakin kabur.
Satu per satu rahasia terungkap. Mike diam-diam memiliki ponsel cadangan. Kyle datang tanpa membawa timnya. Angka uang yang disebut dalam ancaman telepon mengarah pada satu kesimpulan: rencana besar ini sudah disusun jauh sebelum penggerebekan dilakukan.
Mat akhirnya membuka kartu terakhirnya—perbedaan estimasi uang yang ia sebarkan sejak awal adalah jebakan. Dan hanya satu orang yang menyebut angka yang sama dengan ancaman: Mike.
Pengkhianatan, Balas Dendam, dan Kebenaran
Pengakuan pahit pun keluar. Jackie dibunuh demi uang. Kyle dan Mike adalah dalangnya. Semua konflik, baku tembak, dan manipulasi mengarah pada satu titik: keserakahan.
Namun keadilan dalam The Rip tidak datang secara instan. Kejar-kejaran brutal terjadi. Kyle tewas di tangan Ben setelah kebenaran terungkap sepenuhnya. Mike ditangkap hidup-hidup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Twist terakhir datang dengan tenang namun menghantam: uang yang diperebutkan ternyata diserahkan utuh kepada pihak berwenang. Sasha, yang sejak awal dicurigai, justru terungkap sebagai informan Jackie. Ia menerima bagian resmi dari uang sitaan—bukan sebagai hasil kejahatan, tapi sebagai harapan baru untuk hidupnya.
Penutup yang Sunyi dan Reflektif
Film ini ditutup dengan adegan sederhana namun penuh makna. Mat dan Ben duduk berdampingan, menatap matahari terbit. Setelah pengkhianatan, kematian, dan konflik batin yang panjang, yang tersisa hanyalah refleksi.
The Rip (2026) bukan hanya film kriminal. Ia adalah cermin tentang pilihan, kesetiaan, dan harga yang harus dibayar ketika manusia tergoda oleh kekuasaan dan uang. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang bersalah, melainkan: sejauh apa seseorang bisa tetap menjadi “orang baik” ketika segalanya bisa dibeli?






